Awas!! Jangan salah ini bukan cerita POLITIK…Tapi cerita MENGGELITIK….
Hari minggu kemarin, aku dan seorang kawan menghabiskan waktu di sebuah Mall di daerah Jakarta Selatan. Kami berdua memutuskan untuk mencicipi kopi di sebuah warung kopi masa kini. Setelah memesan dan tentunya memilih tempat duduk di zona bebas asap (alias bebas untuk mengeluarkan asap). Kami langsung mengeluarkan asap sembari menghirup kopi yang mahal. Baru saja kami berdua duduk bercengkrama sebentar. Temanku sebut saja namanya Arik, langsung berbisik.
“Bro, itu di pojok ada tiga cewe kece”
Kontan aku yang memang pencinta wanita, langsung membalikkan badan. Betul saja, ada tiga wanita cantik sedang duduk memandangi komputer canggih, sembari menikmati kopi. Setelah bertukar pikiran dengan Arik, akhirnya aku maju ke medan laga untuk meminta nama dan nomer telepon. Modal muka ganteng dan kulit badak, aku maju menerjang karang. Tanpa banyak makan waktu, aku berhasil mendapatkan nomer telepon dan tentunya nama salah satu dari mereka. Sebut saja si Merah, wanita yang paling cantik di antara tiga. Kulitnya putih, rambut hitam bergelombang panjang sebahu. Tubuhnya kurus, namun sangat sedap di mataku.
Bercengkrama sebentar. lalu aku putuskan untuk kembali ke mejaku. Langsung aku beritahu Arik, kalau aku berhasil mendapatkan nama dan nomernya.
“Bro, gampang. Nih nama n nomernya”
“Sial, lo enak ganteng nah gue genteng.” Balas Arik.
Waktu baru menunjukkan pukul setengah empat sore, saat kami memutuskan untuk pergi ke daerah Senayan. Kebetulan di Senayan ada sebuah pagelaran akbar untuk musik Jazz. Jalanan Jakarta tidak juga lengang, walaupun hari sedang libur. Luar biasa, Jakarta memang kota yang sering minum kopi, alias tidak pernah tidur. Kira-kira setengah jam kemudian, aku tiba terlebih dulu di lokasi. Aku langsung masuk nyelong seenak jidadku melalui pintu istimewa, maklum aku memiliki kartu tanda perss.
Suasana di sana, masih terlihat sepi. Mungkin karena masih sore, tetapi ini lebih baik, karena aku bisa melatih mataku. Pelatihan mendeteksi wanita-wanita cantik yang bertebaran seperti kacang goreng. Belum juga aku sempat berputar-putar, radarku langsung mendeteksi seorang wanita cantik berbaju kuning. Tanpa komando, tanpa Arik sebagai bodygourd, dan tanpa banyak berpikir aku langsung maju menerjang untuk berkenalan.
Wanita cantik berambut panjang, dengan kulit sawo matang. Senyum dan suaranya sangat menggetarkan hati semua lelaki yang normal. Sekali lagi dengan aji-aji pamungkasku, aku berhasil mendapatkan nama dan nomer teleponnya. Sebut saja wanita kedua ini si Kuning. Wanita yang tak kalah istimewa dibandingkan si Merah.
Ah, aku jadi bahagia hari itu. Tak kusangka bisa bertemu dan berkenalan dengan dua orang wanita yang kecantikannya tiada tanding. Mungkin dewi fortuna lagi tersenyum kepadaku. Tetapi kecantikan luar yang mereka miliki, apakah mereka juga memiliki kecantikan di dalam? Entah, aku ingin mengetahui kepribadian mereka lebih jauh, siapa tahu bisa jatuh cinta.
Berbicara cinta, lebih baik aku yang membuat mereka jatuh cinta dulu. Itu lebih aman, karena kalau aku yang jatuh cinta dulu lalu mereka tidak jatuh (terplesetpun tidak). Aku bisa mengharu biru. Hahaha…
Sudahlah biarkan waktu berjalan dan tinta nasib berperan.
Ini bukan soal peran, tapi perasaan dan harapan.
Mungkin memang sulit menerka cinta diantara dua.
Si Kuning, cantik bak bunga di ranting.
Si Merah, ayu bergairah.
Hati penuh harap, tanya butuh jawab.
Dua srikandi yang ada di mimpi.
PS; Cerita haari terakhir di JakJazz 2008 (30 November 2008)
Jakarta, 1 Desember 2008
Modal muka ganteng [comment: pe de banget lo wakakakkakakaa] dan kulit badak [comment: betul sekali wakakkakaka], aku maju menerjang karang [comment: gw suka kalimat ini, it rhymes so good,,,menerjang karang].
Halah, cewek cantik-cantik, kok, namanya Merah dan Kuning? Takut ketahuan, ya, kalau orangnya suatu saat mampir ke site ini? Hehehe.
Mantap ceritanya. Tapi kalo soal EYD, ada yang musti dibetulin. Yah, namanya juga curahatan hati. Kesalahan itu dianggap tiada sajalah.
hahaha… tyuskan perjuanganmuwh nak… =))
huehehe……gelooooo…..Arik sampe minder gitu sih
Hahaha….gokil sia!…arik merajalela…banyak yang salah kira dia rama Rio Febrian…hahahaha